...ada perjamuan jiwa-jiwa beku,
atas restu malam berembun.
Karena lelah meniti ras,
luruh atas dipenat atas pertemuan tak berjanji
kita lalu melebur bersama duka
lelap disepenggal cerita yang hanya hampa
andai saja kemarin ada janji
karena kita telah jauh melewati musim
hanya saja kita terlanjur mendustai waktu
sampai pada langit tinggal sejengkal
akupun telah tahu kamu pernah menangis terkeluai
kalau jantung diledak pecah terguncang,
sisakan kidung duka tengah malam
satu masa aku akan datang lagi menyapa pantai_mu
tersenyum bersama gelombang ruang terhempas
dan menikmati malam-malam pikuk di kotamu
hapusi air mata mu yang tak sempat leleh
atau aku pergi membawa tawa_mu
ku_genggam bersam kenangandulu,
sembari berharap ta'kan digugurkan musim
semoga disudut senja tak kudengar isak mu
karena aku selalu rindu pada perih senyum_mu
tempat para dahagadatang menantang
diatas pasir dan getir.
Apakah kita segaris kenangan?
haruskah kunaikkan pasrah bergita janji,
karena hasratku lelah ditawan gelap
bersua jugakah lirih sembhayang-sembhayangku,
diredup cahaya berujung keluh
Aku disana menggenggam niat, menunggu merdu suaramu memanggilku
biarkan dirimu dipahami karena ini tak bisa dipahami dengan apapun
bahkan dengan harapan sekalipun
Larantuak, tak bertanggal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar